| Kompas, 24 Agustus 2000 | |
Informasi Hukum Masih Mahal |
|
Berbagai informasi bidang hukum di Indonesia, seperti putusan pengadilan dan perundang-undangan masih terlalu mahal bagi rakyat. Walaupun pemerintah rutin menerbitkan lembaran negara serta berita negara yang memuat informasi hukum, tetapi akses masyarakat sangat rendah. Akibatnya, kesadaran dan pengetahuan hukum masyarakat amat rendah. Demikian terungkap dalam seminar "Acces to Legal Information", di Jakarta hari Selasa (22/8). Seminar yang diprakarsai Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dan Centre for International Legal Cooperation - The Netherlands, Leiden (Belanda) itu berlangsung sampai hari Rabu ini. Pembicara yang tampil, antara lain Dr Sebastian Pompe, Prof Mardjono Reksodiputro MA, dan praktisi hukum Gregory Churchil. Churchil mengakui, memang acapkali ada kesan diskriminasi hukum di Indonesia. "Perusahaan yang besar mendapatkan pelayanan hukum dan fasilitas dari pemerintah. Sebaliknya, perusahaan kecil disisihkan. Padahal, sebenarnya perusahaan besar bisa mendapatkan informasi yang lebih awal, sebab mereka mempunyai anggaran yang cukup untuk membeli informasi hukum. Sebaliknya, perusahaan kecil tak mempunyai anggaran untuk mendapatkan informasi tersebut," jelasnya. Bukan hanya perusahaan kecil, menurut dia, banyak perpustakaan besar-termasuk di lingkungan perguruan tinggi-yang tak memadai informasi hukumnya. "Saya sudah melihat, banyak perpustakaan besar mempunyai salinan lembaran negara hanya sampai tahun 1993. Itu yang resmi. Sedangkan yang fotokopian, paling lama mereka hanya mempunyai lembaran negara yang dikeluarkan tiga tahun kemudian. Bayangkan, ini sudah tahun 2000, mereka hanya memiliki lembaran negara sampai tahun 1996," paparnya. Menurut Churchil, dari sisi redaksional sebenarnya lembaran dan berita negara sangat memadai. Penulisannya akurat. Tetapi distribusi sumber informasi hukum itu tidak jelas, sehingga masyarakat banyak yang tidak mengetahuinya. "Padahal, tanpa informasi yang jelas hukum dapat semakin semrawut," ingatnya lagi. (tra) |
|
©2000 InfoPerpus. |
|