| Bisnis Indonesia, September 20 2000 | |
Akselerator IDLN pasok software pustaka digial gratis |
|
JAKARTA (Bisnis): Indonesian Digital Library Network (IDLN) memberikan software perpustakaan digital (digital library) secara cuma-cuma kepada lembaga pendidikan dan lembaga riset yang menjadi mitranya. IDLN merupakan upaya pengembangan jaringan perpustakaan digital di Indonesia yang diprakarsai oleh Computer Network Research Group (CNRG), Knowledge Management Research Group (KMRG), dan Perpustakaan Pusat ITB. IDLN bertujuan mengelola modal intelektual dari lembaga pendidikan dan lembaga riset Indonesia untuk membangun masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Ismail Fahmi, ketua KMRG mengatakan software perpustakaan digital hasil pengembangan KMRG tadinya disebarkan secara terbuka (open source dan free software license) kepada semua institusi lain yang membutuhkan. "Adanya software yang mudah diperoleh tersebut membuat institusi pendidikan dan riset di Indonesia akan mudah mengembangkan perpustakaan digital dan berbagi koleksi mereka secara luas," ujarnya melalui IDLN Newsletter yang diterima Bisnis, kemarin. Namun, sambung dia, muncul dampak lain yang tidak diharapkan dimana institusi bisa memanfaatkan software tersebut, namun tidak mau berbagi intellectual capital-nya secara terbuka bagi bangsa Indonesia. "Akibatnya, misi IDLN agar terbentuk masyarakat berbasis pengetahuan tidak tercapai karena masing-masing memanfaatkan hasilnya untuk kepentingan sendiri," ujarnya. Oleh karena itu, tambah dia, dibentuk IDLN yang akan menjadi forum bersama antar institusi yang tergabung sebagai partner IDLN. "Dalam forum ini, segala aspek yang menyangkut sharing IC, teknis pengembangan, technical support, policy, copyright, dan lain-lain akan dipecahkan secara bersama-sama," ujarnya. Menurut dia, software digital library yang kini bernama Ganesha Digital Library version 3.0, secara cuma-cuma akan diberikan kepada institusi yang menjadi partner IDLN. "Selain itu, KMRG dan Perpustakaan Pusat ITB sudah bertekad untuk memberikan technical support sebaik mungkin kepada partner IDLN," ujarnya. Ismail mengatakan institusi yang bisa menjadi partner IDLN adalah setiap institusi pendidikan atau riset yang mau membangun jaringan perpustakaan digital di Indonesia, dan bersedia berbagi modal intelektual berupa Tugas Akhir, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian, dan Direktori Expert. "Selain Direktory Expert, resources yang lain harus disediakan dalam bentuk full text di server masing-masing," tambahnya. Calon partner IDLN dan individu yang tertarik denga IDLN, kata dia, dapat mendaftarkan diri di mailing list: idln-announcement@idln.itb.ac.id, sehingga akan menerima informasi terakhir seputar IDLN. Menurut dia, institusi yang saat ini menyatakan niatnya untuk menjadi partner IDLN adalah Universitas Muhammadiyah Malang, PDII LIPI, IAIN Sunan Ampel, Universitas Brawijaya Malang, Pasca Sarjana ITB, Lembaga Penelitian ITB, Perpustakaan Pusat ITB, Institut Pertanian Bogor, dan EIUDP (UNCEN, UNSRAT, UNHALU). Software Ismail mengatakan software Ganesha Digital Library (GDL) saat ini sudah mencapai versi 3.0 dan akan diluncurkan pada 2 Oktober 2000. Berdasarkan pengalaman selama melakukan eksperimen GDL versi 2.0 sejak 1998, kata dia, CNRG berkesempatan mengajukan proposal riset kepada IDRC (International Development Research Centre), Kanada. "Proposal yang bertujuan membangun jaringan perpustakaan digital di Indonesia untuk resource elektronik disetujui," ujarnya. Panitia penilai IDRC, kata dia, tertarik dengan proposal CNRG karena adanya komponen kolaborasi dan partnership yang cukup luas dengan pihak lain. Institusi tersebut merupakan institusi awal dalam pembentukan IDLN, dan untuk selanjutnya pintu dibuka secara lebar kepada institusi lain yang berminat. (m9) |
|
©2000 InfoPerpus. |
|