Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Media Indonesia, 31 Januari 2002

Home | News Archives


Linux makin Populer Digunakan hingga Komputer 'Mainframe'


SISTEM operasi Linux kini terus berkembang. Pemakaiannya juga sudah meluas sampai ke server mainframe. Kondisi ini berbeda saat Linux diperkenalkan beberapa tahun lalu .

Kalau dulu dunia Linux biasanya penuh terobosan, kini banyak pengumuman dari acara LinuxWorld Conference dan Expo di Amerika Serikat pekan lalu yang bernuansa retro. Maksudnya, sejumlah perusahaan yang terspesialisasi dalam peranti lunak mainframe tempo dulu kini pindah dan memakai sistem operasi Linux yang terbilang baru.

Linux adalah klone Unix yang mula-mula dibuat Linus Torvalds sekitar sepuluh tahun lalu hanya sebagai hobi. Kini sistem ini sudah menarik perhatian dari perusahaan-perusahaan yang usianya jauh lebih tua daripada Linux. Contohnya BMC Software dan Computer Associates International. Biasanya mereka menjual peranti lunak untuk mainframe IBM. Linux baru beroperasi di mainframe beberapa bulan terakhir, namun aliansi ini memasuki fase baru saat perusahaan peranti lunak mainframe juga ikut mendukung.

Gartner Group yang dikutip Cnet.com memperkirakan ada 70 perusahaan yang memakai Linux untuk mainframe dalam pekerjaan sehari-hari. Ratusan perusahaan lagi kini sedang mengevaluasinya. Ini didukung pernyataan seorang perwakilan IBM bahwa layanan finansial Salomon Smith Barney yang terkenal juga termasuk pemakai Linux untuk mainframe IBM.

Dorongan mainframe itu merupakan faktor penunjang untuk acara Linux yang berlangsung dua kali setahun. Pameran tersebut sekarang perlahan mulai bergeser lebih ke nuansa bisnis daripada acara khusus teknologi seperti sesi tanya-jawab dengan Torvalds. Menurut Rob Scheschherareg dari IDG World Expo, 10 sampai 20% pengunjung dua tahun lalu datang dari perusahaan dengan karyawan lebih dari seribu orang. Sekarang jumlahnya naik lebih dari 33%. Tahun depan, dia berharap angkanya menjadi 45%.

Tapi pengunjung secara keseluruhan malah menurun akibat ekonomi yang melemah dan berkurangnya pembahasan soal Linux. Pengunjung tahun lalu berjumlah 24 ribu orang, sementara tahun ini diperkirakan menjadi hanya 18 ribu sampai 19 ribu.

Meski beberapa penggemar teknologi memakai Linux untuk komputer desktop, sebenarnya sistem operasi itu lebih cocok untuk komputer tingkat tinggi semisal workstation programmer, rekayasa mekanis atau server jaringan. Fungsi workstation tadi antara lain menangani tugas jaringan semacam pengiriman e-mail, pencatatan permintaan penjualan atau berkomunikasi dengan ATM.

IBM memimpin inisiatif

IBM dikenal sebagai perusahaan terakhir yang masih menjual server mainframe ukuran besar. Kini perusahaan ini juga memimpin inisiatif Linux dengan mengadopsinya secara keseluruhan dan menyediakan mainframe baru khusus Linux.

Proyek mainframe Linux ini dimulai dengan meyakinkan operasionalitas Linux pada produk zSeries IBM. Lalu, IBM memakai sebagian dari dana pembelanjaan Linux yang totalnya US$1 miliar untuk perpindahan ke peranti lunak tingkat tinggi, seperti paket basis data DB2 dan peranti lunak e-business WebSphere.

Insentif untuk IBM tentu saja soal peningkatan penjualan. Bill Zetler selaku pimpinan kelompok server IBM menyebut Linux dan WebSphere telah menyumbang kepada pertumbuhan penjualan mainframe IBM sebesar 13% di tahun 2001. "Baru pertama kali dalam 13 tahun terakhir terjadi peningkatan penjualan untuk mainframe," ujar dia dalam Cnet.com.

Para kompetitor IBM berpikiran lain. Martin Fink dari Linux Systems Operation milik Hewlett-Packard misalnya, menyebut IBM berusaha mendorong konsumen memakai sistem operasi terbuka pada proprietary perangkat keras jenis lama. Pihak HP sendiri lebih menganjurkan agar Linux dipasang di {server] Intel yang banyak tersedia.

Perusahaan lain seperti BMC telah berencana membuat produk mainframe Linux. Misalnya Linux Server Management di bulan Maret nanti, lalu kombinasi paket Patrol dan Mainview BMC untuk menangani {server] Linux. Peranti lunak tersebut membuat administrator bisa memonitor dan memperbaiki kerusakan server.

Sementara saingan BMC, Computer Associates, menyatakan memiliki 20 produk untuk Linux di mainframe. Produk tersebut akan memperkuat produk lain yang sudah ada seperti peranti lunak manajemen Unicenter, produk keamanan eTrust, produk storage BrightStor dan peranti lunak manajemen data Advantage.

Kompetisi di pasar Linux memang sengit, namun kerja sama juga lebih kuat daripada biasanya sejak banyak produk berbagi fondasi peranti lunak Linux yang sama. Kerja sama antarperusahaan tadi paling tidak akan berbentuk dua. Free Standards Group berencana mengumumkan perbaikan pada Linux Standard Base, sedangkan Open-Source Development Lab yang didanai Intel, IBM, HP, dan lain-lain berencana merumuskan keinginan perusahaan telekomunikasi yang sebenarnya untuk {server.]

Red Hat, penjual Linux terkemuka, akan memperluas Red Hat Network yang mampu membuat Red Hat melacak konfigurasi peranti lunak {server] pelanggan dan secara otomatis mengirim perbaikan. Sudah ada 400 ribu komputer tersambung ke jaringan, meski Red Hat menolak berapa jumlah pelanggan yang membayar.

Sementara Sun Microsystems tidak terlalu bersemangat dengan Linux, karena sistem tersebut menyaingi versi Unix buatannya, Solaris. Tapi, peranti lunak e-commerce Sun bernama iPlanet bisa dijalankan dalam beberapa sistem operasi yang berbeda. Sun berencana menjadikan kebanyakan bagian iPlanet untuk Linux. Server aplikasi ini mampu menangani misalnya order barang dan diharapkan bisa hadir pada kuartal kedua tahun ini.

Linux adalah peranti lunak open-source, artinya tiap orang bisa melihat, memodifikasi, dan mendistribusikan peranti lunak kembali. Tapi, Linux bukan satu-satunya paket open-source. Ada misalnya open-source Apache dari Covalent Technologies dan PHP dari NuSphere. (War/B-2)


©2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com