Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Koran Tempo, 16 Januari 2002

Home | News Archives


Linux, Siap Bergabung di Papan Atas


Arvino Mudjiarto - Chief Technology Officer PT IBM Indonesia

World wide web secara dramatis telah mengubah cara kita menjalani hidup ini. Internet memberikan lebih banyak informasi kepada lebih banyak orang, dengan sedikit (atau tanpa) biaya. Banyak ahli ekonomi menyatakan bahwa web adalah kejadian yang paling deflatif di dunia, sejak diciptakannya kereta api.

Kini, makin banyak perusahaan menjual barang dan jasa di Net. Namun, yang benar-benar maju dewasa ini adalah dunia business to business (B2B). Pertumbuhan B2B diharapkan akan mencapai US$ 6 miliar di seluruh dunia pada 2004, menurut sebuah penelitian yang dilakukan Gartner Group.

Perkembangan yang demikian pesat, membuat sebagian besar programer dan badan korporasi yang membutuhkan fleksibilitas dan tidak ingin terikat pada satu sistem operasi proprietary, mendukung Linux.

Produk ini telah terkenal di komunitas komputer, di mana para programmer Linux dapat merubah dan memperbaiki kode sumber software tersebut, selama mereka sepakat untuk berbagi terobosan mereka dengan programer lainnya.

Sikap ini memberikan pijakan bagi Linux diantara komunitas komputer beraliran hard core, tidak demikian dengan mereka yang beraliran mainstream. Kondisi ini berubah dua tahun belakangan ini.

Sejumlah besar mainframe yang berbasis Linux telah di-deploy oleh pengguna korporasi besar. Baru-baru ini Linux diadopsi oleh Korean Airlines dan Securities Industry Automation Corporation, yang mengoperasikan jaringan komunikasi dan komputer untuk New York Stock Exchange dan American Stock Exchange.

Linux bersifat bebas
Bagi perusahaan-perusahaan yang terbiasa dengan pengembangan software proprietary, menentukan posisi yang tepat secara strategis untuk go open source dapat menjadi tantangan yang signifikan. Pada akhirnya, banyak perusahaan dewasa ini memilih untuk mengembangkan dan merilis kode sumber potongan software tertentu dengan lisensi open source demi alasan bisnis yang matang untuk meningkatkan inovasi yang cepat, untuk memperbaiki penghematan biaya riset dan pengembangan, untuk meningkatkan dukungan dan jaminan kualitas, dan menetapkan standar untuk segmen pasar tertentu.

Banyak perusahaan lainnya memilih untuk memberi sumbangan kepada proyek software yang ada karena dapat membantu mereka dalam pengembangan, dukungan dan penjualan produk mereka.

Ketika sebuah perusahaan telah memutuskan untuk mengadopsi sebuah strategi pengembangan open source, perencanaan dan pengimplemantasian peluncuran open source tersebut menjadi tantangan berikutnya. Perencanaan, panduan dan publisitas yang matang acap kali menjadi penentu keberhasilan sebuah proyek open source, terutama dalam menciptakan komunitas pengembang dan pengguna.

Sebagian besar dari masa sepuluh tahun belakangan ini, Linux telah dikembangkan oleh suatu jaringan programer di seluruh dunia, yang bekerja tanpa pamrih untuk menciptakan sistem operasi yang lebih cepat, lebih murah dan lebih stabil yang kodenya terbuka untuk umum. Penganut-penganutnya menciptakan sebuah imagi alternatif, membanggakan diri mereka sebagai yang memiliki jiwa berpikiran bebas. Sebuah aliran yang berlawanan dengan lingkungan sistem mainstream yang terpaku.

Sifat open source Linux memungkinkan programer untuk melihat kode-kode yang membuat sistem operasi dan software yang menyertainya dapat berjalan, dan lebih jauh lagi, untuk mengambil kode-kode tersebut dan mengubahnya semau mereka sehingga membuat sistem operasi tersebut ideal bagi kebutuhan mereka.

Sifat inilah yang dimanfaatkan para penguna untuk membuat Linux sebuah sistem yang stabil, ribuan programer di seluruh dunia meninjau setiap potongan kode dan memberikan saran guna memperbaikinya atau mengubahnya. Hal ini juga berlawanan dengan model software proprietary tradisional.

Linux telah menemukan tempat tinggal yang paling nyaman pada server web, di mana stabilitias merupakan persyaratan utama. Saat ini Linux berjalan pada 26 persen server web, menurut perusahaan riset International Data Corporation. Linux berada di urutan kedua setelah Microsoft Windows yang menjalankan 41 persen server web. Perbedaan ini mengecil dengan cepat.

Graphical user interface, software yang memungkinkan monitor komputer untuk menampilkan icon dan menu pull-down, bukannya barisan kode-kode, juga terdapat dalam Linux, meski belum sampai pada titik di mana pengguna benar-benar dapat mengandalkannya. Mereka umumnya memerlukan tingkat kenyamanan tertentu dalam memprogram, dalam mengetik perintah yang dikirim ke sistem, untuk menjalankan Linux pada PC mereka. Jika jurang ini telah dapat dijembatani, para pengguna Linux dewasa ini berharap bahwa pengadopsiannya akan menyebar dengan pesat.

Melihat perkembangan di atas, maka kita dapat dengan mudah melihat bahwa Linux muncul sebagai alternatif bagi Windows pada komputer desktop rumah atau bisnis. Keprihatinan yang ada adalah kurangnya aplikasi, meskipun hal ini juga kian dapat di atasi.

Sebagian besar dukungan korporat terhadap Linux adalah dalam bentuk penawaran Linux sebagai pengganti Windows dalam mesin-mesinnya. Dengan dukungan korporasi-korporasi raksasa, menurut para pencinta Linux, mereka akan membantu Linux untuk lebih berkembang seperti halnya industri PC itu sendiri. Tidak berbeda dengan yang terjadi pada komputasi rumahan setelah PC diperkenalkan. Sebelum PC, komputasi rumahan merupakan hal yang kurang diperhitungkan. Tetapi setelah itu, terjadi ledakan!


©2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com