Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Republika, 18 Juni 2001

Home | News Archives


Rendah, Minat Mahasiswa ke Perpustakaan


BANDUNG -- Meski dikenal sebagai kelompok masyarakat terdidik, minat mahasiswa Indonesia untuk pergi ke perpustakaan ternyata dinilai masih rendah. Kurangnya koleksi dan suasana yang tak nyaman turut jadi penyebab keengganan mereka untuk berkunjung.

Menurut Kepala UPT Perpustakaan IPB, Abdul Rahman Saleh, mahasiswa yang berkunjung ke perpustakaan 10 persen kurang dari total populasi mahasiswa.

"Sebagian besar mahasiswa berkunjung ke perpustakaan tidak lebih dari satu kali dalam sebulan," ungkapnya dalam makalah yang disampaikan dalam seminar di Universitas Islam Bandung, akhir Sabtu (16/6) pekan lalu. Mahasiswa, katanya, lebih senang berkumpul di kantin ketimbang membaca buku atau koran di perpustakaan.

Selain persoalan budaya membaca, kata Rahman, rendahnya kunjungan mahasiswa ke perpustakaan juga didorong oleh minimnya koleksi bahan bacaan.

Menurut Rahman, banyak dosen yang menyatakan bahwa koleksi pribadinya lebih baru daripada koleksi perpustakaan. Ini jelas mengurangi daya tarik perpustakaan di kalangan civitas akademika. Secara psikis, hal itu dinilainya bisa membuat mahasiswa enggan berkunjung ke perpustakaan.

Faktor lain yang menurutnya juga menjadi penyebab rendahnya kunjungan mahasiswa adalah kualitas ruang baca perpustakaan. "Biasanya, untuk bisa membaca dan bekerja dengan tekun diperlukan ruangan dan fasilitas yang cukup, berpendingin, bersih, serta tidak gaduh," tuturnya.

Selain prihatin dengan perpustakaan perguruan tinggi, Rahman juga mengaku merasakan hal yang sama untuk perustakaan bagi masyarakat umum. Katanya, di Indonesia, sekarang ini terdapat 2.473 perpustakaan yang diperuntukan bagi masyarakat umum.

Rinciannya, 26 perpustakaan provinsi, 272 perpustakaan daerah kota/kabupaten, 179 perpustakaan keliling, 167 perpustakaan kecamatan, dan 1.829 perpustakaan desa.

"Perpustakaan-perpustakaan tersebut melayani hampir 200 juta penduduk," ungkapnya. Berdasar hitungannya, saat ini satu perpustakaan rata-rata melayani 36 desa.

Angka tersebut, katanya, menunjukkan bahwa fasilitas perpustakaan bagi masyarakat umum juga sangat minim. Hal itu juga membuat masyarakat umum kurang tertarik mengunjungi perpustakaan.

Selain dengan kampanye budaya baca, kondisi tersebut menurutnya bisa diperbaiki dengan menyempurnakan tampilan perpustakaan. "Buku-buku harus terus diperbarui, ruangan ditata dengan baik, kalau perlu ruangannya ditata mirip supermarket," ujarnya.

Rahman juga berharap agar perpustakaan tidak hanya mengoleksi buku, tapi jika film, video, laser disc, juga kaset. Upaya tersebut dinilainya bisa mengundang masyarakat untuk senang mendatangi perpustakaan. Namun baru sedikit perpustakaan yang memiliki koleksi demikian. Sebagian besar hanya mengoleksi buku, itupun dalam jumlah yang tak memadai.


2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com