Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Riau Pos, 10 Agustus 2001

Home | News Archives


Melalui Perpustakaan Masjid Budayakan Minat Baca


Sebelum membahas tentang budaya minat baca, perlu diketahui pengertian apa itu budaya? Dan apa pula minat baca itu?. Kebudayaan itu berasal dari kata ‘’budaya’’ yang berarti himpunan keseluruhan dari semua cara manusia dalam berpikir, berperasaan dan berbuat. Serta segala sesuatu yang dimiliki manusia sebagai anggota masyarakat yang dapat dipelajari dan dialihkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sedangkan minat baca merupakan suatu keinginan manusia dalam hal membaca, hal ini sesuai dengan kitab suci Al-Qur’an yang menganjurkan untuk membaca.

Membudayakan keinginan manusia untuk membaca merupakan sesuatu hal yang tidak mudah. Ini sesuai dengan sifat dan keinginan manusia itu sendiri, di mana ada yang berminat sekali dalam memabaca dan tak jarang juga kita temui minat bacanya kurang sekali. Maka dalam upaya meningkatkan dan menumbuhkan budaya minat baca ini, salah satu caranya adalah melalui perpustakaan masjid.

Di mana masjid merupakan pusat tempat ibadah dan pusat muamalat bagi umat Islam. Kehadiran masjid menjadi tumpuan dan harapan umat untuk berkumpul, bersatu, bermasyarakat, menimba ilmu, serta beribadah seperti salat lima waktu, salat Jumat, kegiatan hari-hari besar agama Islam dan tak ketinggalan juga diramaikan oleh program/kegiatan ritunitas wirid dan pengajian.

Kehadiran perpusatakan masjid sebagai pusat menimba ilmu pengetahuan dan pusat informasi serta karya budaya bangsa, sangat penting keberadaannya dalam menunjang fungsi dan peranan masjid itu sendiri.

Apa lagi sekarang ini, di mana keberadaan perpustakaan masjid itu sangat dibutuhkan dan digalakkan. Agar umat lebih giat dalam menuntut ilmu dan cepat mengetahui ilmu pengetahuan, terutama tentang ilmu agama.

Peranan dan fungsi masjid sangat menentukan kualitas dan kwantitas umat Islam. Ini sesuai pendapat Buya Prof Hamka yang mengatakan, ‘’Apabila fungsi masjid dipelihara baik-baik, hiduplah masyarakat Islam, sesuai dengan ibadat dengan muamalatnya. Tetapi apabila masyarakat tidak memfungsikan masjid, masyarakat Islam akan mundur dan hilang nyalinya, di antara ibadat dan muamalat telah putus’’.

Perpustakaan masjid merupakan perpustakaan umum yang berada di lingkungan masjid. Koleksinya lebih diutamakan buku-buku ilmu keagamaan (Agama Islam). Bila dipersentasekan, sekitar 60 persen koleksi perpustakaan masjid diisi koleksi ilmu pengetahuan tentang agama islam dan 40 persen berisikan koleksi tentang ilmu-ilmu teknologi.

Sedangkan sasaran yang akan dicapai melalui perpustakaan masjid itu, antara lain untuk memantapkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan juga kecakapan serta keterampilan untuk meningkatkan taraf hidup di berbagai bidang kehidupan melalui ilmu pengetahuan.

Ilmu adalah salah satu kunci kesuksesan, maka dengan adanya jasa perpustakaan masjid tersebut, akan mendorong umat islam untuk lebih giat membaca. Dengan membaca umat akan lebih tahu dan jadi mengetahui.

Serta dengan diteruskan kebiasaan membaca, niscaya pada saatnya nanti minat baca melangkah menjadi kebiasaan membaca, yang akhirnya membaca menjadi kebutuhan sehari-hari dalam kehidupan.sumardi SS-asisten pustakawan. Badan Perpustakaan dan Arsip Riau Pekanbaru-Riau  


©2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com