Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Kompas, 10 Juni 2001

Home | News Archives


Dari "Notebook", "e-Book", sampai Komputer Saku


LEBIH tipis dan lebih ringan! Ini bukan lagi laptop atau komputer jinjing sebesar koper kecil dan berat puluhan kilogram seperti yang dikenal sepuluh tahun yang lalu. Hanya memang harganya masih tetap melangit untuk ukuran rupiah, meskipun nilainya masih tetap sama dengan kualitas yang jelas lebih baik.Sekarang ini sudah cukup banyak cara pendekatan agar bisa mendapatkan komputer yang benar-benar praktis untuk dibawa bepergian ke mana saja. Apalagi dengan berkembangnya Internet yang semakin memacu persaingan membuat perangkat yang serba guna dan tidak banyak merepotkan ketika dibawa.

Mulai dari munculnya notebook membuat orang semakin yakin membawa komputer seperti halnya membawa sebuah buku catatan biasa. Sementara dari sisi lain pembuat organizer yang dikembangkan dari kalkulator mencoba melakukan pendekatan dari bawah dengan membuat komputer saku atau komputer tangan.

Perkembangan tidak berhenti sampai di sini saja. Telepon seluler pun berambisi menjadi komputer super kecil yang serba guna dan pada perkembangan belakangan menampilkan warna pada layar peraganya. Selain itu masih ada e-Book atau buku elektronik-membaca buku tanpa membolak-balik kertas dan bisa dilakukan di tempat yang gelap.

Dari pendekatan pengembangan notebook sekarang ini paling tidak ada dua arah yang terjadi. Pertama, dalam bentuk laptop penuh yang dirancang memiliki kemampuan seperti PC standar, bahkan seperti IBM mengembangkan notebook yang berkemampuan seperti PC meja dengan menambahkan perangkat dudukan (docking) ketika sedang dipergunakan di rumah atau di kantor.

Cara pendekatan ini mengakibatkan laptop terkesan kurang ramping, selain tetap berat. Sedangkan pendekatan kedua dengan laptop ultra ringan, beratnya bisa satu sampai dua kilogram. Untuk model ini orang sering harus memindahkan komponen-komponen penting seperti penggerak CD-ROM terpisah dari badan utamanya, biasanya ke dudukan yang bisa dilepaskan atau menggunakan sistem penggerak sendiri yang bisa dihubungkan ke notebook utamanya dengan kabel.

Jika hanya dibutuhkan sebagai mesin ketik, notebook tanpa penggerak CD-ROM mungkin terlalu bermasalah, paling hanya akan memenuhi hard disk. Namun jika dibutuhkan untuk kepentingan lain, seperti meng-instal program baru dari CD atau sarana hiburan jelas akan menyulitkan, apalagi kalau tidak berkomunikasi dengan jaringan Internet.

Untuk kebutuhan itu solusinya adalah sebuah notebook yang ringan dan ramping, tetapi tetap menyediakan penggerak CD. Dari penelitian para pengamat, tidak banyak perusahaan pembuat komputer besar yang mengembangkan notebook yang kurang dari 2,5 kilogram yang dilengkapi dengan penggerak CD, apakah itu dari IBM, Sony, Toshiba, HP, Gateway, Compaq, atau Dell.

***

DENGAN bentuk yang kecil dan ringan berarti mudah digunakan dalam sebuah perjalanan, terutama pemakaian di atas meja lipat pesawat terbang. Paling tidak ada empat produk yang memenuhi keinginan pemakai seperti ini: produk Apple, NEC, Fujitsu, dan WinBook, yang sangat ringan namun masih menyediakan penggerak CD.

Bahkan tiga di antaranya memiliki penggerak CD-RW/ DVD, selain bisa menyimpan berkas dalam CD kosong, juga menyaksikan hiburan film berkualitas DVD. Selain masing-masing dilengkapi dengan perangkat standar PC seperti modem, Ethernet, layar 12,1 inci (kerapatan 1.024 x 768 pixel), hard disk 20 gigabyte, RAM 128 megabyte, speaker kecil, papan kunci ukuran penuh, jack USB dan jack video-out untuk proyektor.

NEC Versi TXi merupakan notebook yang paling ringan dalam hal ini, hanya sekitar 2 kilogram. Notebook yang mempergunakan prosesor 750 MHz ini jika tidak mempergunakan CD tempatnya bisa digantikan dengan baterai kedua.

Pilihan yang lebih menarik pada LifeBook S-4546 dari Fujitsu yang memiliki rongga modular untuk mengakomodasi perangkat tambahan lain, termasuk kamera digital, superDisk, baterai kedua, penggerak CD-RW atau DVD. Mesin dengan Pentium III 600 MHz ini tidak menawarkan kombinasi CD-RW/DVD.

WinBook X1 menawarkan layar 13,3 inci, selain rangka dari bahan campuran aluminium sangat membantu menghilangkan panas ketika menggunakan prosesor Pentium III 1 GHz. Sementara yang tidak kalah menariknya adalah Apple iBook dengan penggerak CD-RW/DVD (1.800 dollar AS) yang lebih direkomendasikan untuk kebutuhan seni dan ekonomi. Sedangkan Fujitsu untuk fleksibilitas, WinBook untuk mereka yang memerlukan kecepatan, dan NEC lebih segi bobot yang ringan.

Meskipun untuk tujuan ringan, orang sekarang lebih melirik ke PDA (personal digital assistant) yang belakangan mulai difasilitasi dengan berbagai macam perangkat pendukung, apalagi kalau perangkat ini tidak membutuhkan penggerak CD. Banyak perusahaan mengembangkan komputer saku dan bahkan untuk mencari hiburan mereka lebih mengandalkan jaringan Internet.

***

DIBANDINGKAN dengan notebook, memang PDA lebih murah dan kemampuan untuk bisa menyaksikan hiburan seperti film memang masih merupakan masa depannya. Namun, untuk tugas-tugas tertentu seperti kebutuhan membuat laporan ataupun seperti karya liputan seorang wartawan.

Produk-produk baru yang muncul sekarang ini semakin memberikan banyak pilihan, terutama jika menghendaki kecepatan yang lebih baik dan layar peraga berwarna atau kemampuan menjalankan pengolah kata. Beberapa produk baru seperti Visor Platinum dan Visor Prism dari perusahaan Handspring, Jornada 720 Handheld PC (Hewlett-Packard), Diamond Mako (Sonicblue).

Dengan harga berkisar antara 300 dollar AS dan 1.000 dollar AS, biasanya PDA berkembang dalam dua arah, lengkap dengan keyboard kecil seperti produk HP atau mengandalkan sistem tulisan tangan untuk memasukkan teks. Untuk kebutuhan yang terakhir bahkan sudah banyak dijual keyboard lipat yang praktis dibawa ke mana saja.

Produk berwarna seperti Visor dengan 65.000 warna, seperti halnya juga pada Jornada, memberikan daya tarik sendiri, terutama untuk menyaksikan foto atau video. Kecenderungan menampilkan warna para peraga berukuran kecil ini, termasuk telepon seluler yang sudah bisa mengakses jaringan dengan kecepatan sampai 43,2 Kbps.

Pengembangan teknologi LED (dioda mengemisi cahaya) mempergunakan molekul organik (berbasis karbon) yang disebut OLED (organic light-emitting diode). Bahan yang tidak lagi mengandalkan pada silikon ini selain menawarkan teknologi yang lebih efisien, juga terasa lebih nyaman di mata. Cambridge Display Technologies dari Inggris telah mengembangkan OLED untuk layar telepon seluler, selain itu juga bisa dikembangkan untuk layar kecil lainnya, seperti kamera video. (NYTNS/awe)


©2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com