Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Suara Pembaruan, 4 Agustus 2001

Home | News Archives


30 Persen Penerbit Buku Gulung Tikar


SELAMA empat tahun masa krisis di Indonesia, kondisi perbukuan semakin terpuruk. Dalam siaran pers Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Jumat (3/8), disebutkan, jumlah anggota IKAPI sebelum masa krisis (1997) mencapai 595 penerbit.

Dari jumlah itu, 134 penerbit telah menyatakan diri nonaktif, sehingga yang masih aktif menjalankan kegiatan usaha penerbitan hanya 461 penerbit. Selama masa krisis, mulai 1998 hingga Mei 2000, terjadi penambahan anggota baru sebanyak 104 penerbit, sehingga jumlah penerbit mencapai 565.

Namun, dalam pendataan ulang IKAPI yang dilakukan Januari-Mei 2001 menunjukkan, penerbit yang telah mengembalikan formulir per 1 Juni 2001 tercatat 397. Ini berarti selama masa krisis, sebanyak 169 penerbit atau sekitar 30 persen penerbitan buku anggota IKAPI gulung tikar atau melakukan alih usaha ke bidang lain.

Dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat, tahun 2001 menurut lembaga riset Book Industry Study Group (BISG) di Amerika Serikat, diperkirakan tahun ini omzet industri buku di negara "Paman Sam" itu bakal tumbuh sebesar 3,2 persen, sehingga menjadi 25,62 miliar dollar. Jika di kurs Rp 11.000, akan setara dengan Rp 281,8 triliun.

Jumlah buku yang bakal terjual di tahun 2001, mencapai 2,49 miliar eksemplar. Tahun 2000, omset industri buku di Amerika adalah 24,82 miliar dolar. Jika prediksi yang dimuat dalam majalah Publishers Weekly ini benar, pertumbuhan 3,2 persen ini lebih rendah ketimbang pertumbuhan yang dicapai tahun 2000, yaitu 4,5 persen. Penyebab menurunnya pertumbuhan adalah melemahnya ekonomi Amerika tahun lalu. (E-5)


©2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com