Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Media Indonesia, 19 Agustus 1999

Home | Artikel Lainnya


Mengenal Sistem Saraf Digital


MANUSIA memiliki sistem saraf untuk mengatur semua gerakan badan. Sistem ini berpusat di otak, lalu menyebar ke seluruh anggota tubuh. Lewat sistem ini, otak mengatur aktivitas manusia untuk merespons lingkungan di sekitarnya. Seperti halnya manusia, suatu organisasi selayaknya juga harus mempunyai mekanisme komunikasi internal--suatu 'sistem saraf'--untuk mengoordinasikan seluruh aktivitasnya. Hanya saja namanya berbeda. Pada organisasi, sistem itu dikenal sebagai konsep sistem saraf digital (digital nervous system/DNS).

Sistem saraf digital bukan suatu produk, meskipun dibangun dari kombinasi perangkat keras dan peranti lunak. Bayangkan saja, suatu sistem saraf biologis dalam sebuah organisme hidup. Dia mengontrol sistem-sistem dasar--pernapasan, sirkulasi, dan pencernaan--guna menjamin kelangsungan suatu kehidupan. Sistem tersebut juga menerima sensor rangsangan, mengirimkannya ke otak, dan segera memicu respons.

Pada tubuh manusia, sistem saraf membuat seorang manusia mampu berpikir dan merencanakan masa depan dan kreativitas. Sistem saraf digital yang efektif menampilkan fungsi yang sama dalam sebuah organisasi. Sistem tersebut mendorong proses internal perusahaan agar dapat berjalan mulus dan cepat, memungkinkan organisasi merespons umpan balik dari pelanggan secara cepat, memberi perusahaan kemampuan bereaksi terhadap lingkungan yang sangat kompetitif dan memberdayakan karyawan dengan pengetahuan yang dibutuhkan.

Gagasan sistem saraf digital adalah membuat teknologi sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan cara orang bekerja dan mentransformasikan operasi organisasi. Dunia bisnis harus menciptakan proses digital yang mengelola dan menyalurkan informasi kepada karyawan yang membutuhkan, menolong mereka merespons perubahan dan peluang baru secara efektif, membuat keputusan secara cepat dan mengatasi persoalan dalam sekejap.

Seperti halnya mesin yang menghasilkan tenaga raksasa, proses digital dapat meningkatkan kecerdasan organisasi dengan cara memberi pekerja informasi yang mereka butuhkan. Tidak ada standar dalam sistem saraf digital. Karena setiap bisnis memiliki keunikan masing-masing, sistem digitalnya pun akan mencermikan kebutuhan dan struktur yang unik.

Tiga elemen bisnis

Pada dasarnya, sistem saraf digital akan mengubah tiga elemen dari setiap jenis bisnis: hubungan ke pelanggan dan mitra bisnis (e-commerce); aliran informasi dan hubungan antara para pekerja dalam suatu perusahaan (knowledge management); dan proses bisnis internal (business operations).

Mengapa hubungan ke pelanggan dan mitra bisnis akan berubah di masa datang? Pertama, sebagian besar transaksi dari industri ke pelanggan; dari bisnis ke bisnis; dan dari masyarakat ke pemerintah di kemudian hari akan berubah menjadi apa yang disebut sebagai transaksi digital layanan pribadi (self-service digital transactions). Jenis transaksi ini menghilangkan peran 'calo' (intermediary).

Kedua, layanan pelanggan akan menjadi nilai tambah primer dalam setiap bentuk bisnis. Keterlibatan manusia akan meningkat dari sesuatu yang rutin, dari pekerjaan sederhana menjadi konsultasi pribadi yang bernilai tinggi. Ketiga, kecepatan transaksi dan kebutuhan untuk lebih diperhatikan akan mendorong perusahaan mengadopsi proses digital secara internal. Perusahaan harus menggunakan sistem saraf digital agar secara reguler mengubah proses bisnis internalnya, sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungan yang secara teratur berubah karena kebutuhan konsumen dan kompetisi. Ini hanya bisa terjadi seandainya pelaku bisnis melakukan perdagangan elektronik (e-commerce).

Aliran informasi dan hubungan antara para pekerja dalam suatu perusahaan juga akan berubah, karena kesuksesan bisnis masa depan ditentukan oleh bagaimana suatu organisasi mengelola informasi (knowledge management). Keberhasilan ditentukan oleh bagaimana perusahaan menyediakan informasi yang dibutuhkan karyawan, sehingga dapat membuat keputusan tepat. Teknologi digital dapat memainkan peranan penting dalam meningkatkan kecepatan dan efektivitas aliran informasi untuk mengatasi kendala sharing pengetahuan.

Manajemen informasi atau pengetahuan bukan suatu upaya menciptakan sebuah pusat database yang menyimpan replika seluruh data yang diketahui karyawan atau sesuatu yang terpasang begitu saja pada suatu sistem. Ia lebih merupakan suatu ikhtiar menyatukan pelbagai informasi. Dari database, situs web, karyawan, dan para mitra, kemudian mengolah pengetahuan tersebut dengan memberinya konteks dan makna melalui suatu hubungan ke informasi lain dalam suatu perusahaan. Pendeknya, ia merupakan proses berbagi informasi dalam perusahaan, sehingga karyawan mendapat pengetahuan yang cukup untuk memutuskan sesuatu guna merespons pelanggan dan lingkungannya.

Di suatu lingkungan, bisnis mesti bereaksi terhadap suatu perubahan di pasar yang kecepatan dan keluwesannya terus meningkat. Operasi sebuah perusahaan tidak lagi sekadar berjalan begitu saja. Proses bisnis internal di masa depan harus berubah sedemikian rupa, sehingga berjalan mirip proses otonomik pada tubuh manusia, misalnya seperti bernapas. Proses otonomik dalam bisnis merupakan fungsi yang mendefinisikan mengapa suatu perusahaan ada. Fungsi ini harus efisien dan andal seperti halnya jantung yang berdegup. Salah satu bentuk proses otonomik dalam bisnis adalah administrasi, misalnya proses penagihan dan menerima pembayaran. Proses ini sangat mendasar bagi bisnis seperti halnya kegiatan bernapas. Jika proses ini macet, perusahaan pun gulung tikar. .Tim MediaTek

Artikel ini tersaji atas kerja sama Media Indonesia dan Microsoft Indonesia.


©2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com