Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Kompas, 16 November 2000

Home | News Archives


Saatnya, Pembangunan Berdasar Ilmu Pengetahuan


Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Arselan Harahap berpendapat, sekarang sudah waktunya orientasi pembangunan kesejahteraan masyarakat didasarkan pada pendekatan ilmu pengetahuan. Kesejahteraan masyarakat tidak tepat lagi hanya diukur secara materi atau ekonomi, karena dalam era globalisasi, masyarakat yang berilmu pengetahuan akan unggul dalam persaingan global.

Hal itu dikemukakan Harahap saat pembukaan Pameran Buku Nasional (PBN) XIII yang diselenggarakan di Kota Solo, Rabu (15/11). PBN XIII ini dikaitkan dengan Konferensi Kerja Nasional Ikapi yang berlangsung di Yogyakarta dan berakhir kemarin, sekaligus memperingati ulang tahun ke-50 Ikapi.

Ketua Ikapi mengatakan, peranan buku amat penting sebagai sarana pencerdasan bangsa untuk mengangkat martabat bangsa di tengah bangsa-bangsa lain. Ia menyebutkan, tingkat minat membaca buku bangsa Indonesia tergolong rendah dibanding bangsa-bangsa lain di Asia. Bahkan, Malaysia yang semula dalam jumlah penerbitan buku di bawah Indonesia, sekarang ini jumlahnya meningkat lebih tinggi.

"Kalau pola pembangunan masih seperti yang lalu, maka dalam 25 tahun mendatang kondisi kecerdasan bangsa Indonesia akan jauh tertinggal dibanding bangsa-bangsa lain," ujar Harahap. Ia juga mengutip rendahnya anggaran Departemen Pendidikan Nasional yang hanya sekitar empat-enam persen dari APBN.

Pameran Buku Nasional XIII yang berlangsung 15-21 November 2000 di Graha Wisata, diikuti 45 penerbit besar di Indonesia. Menurut Ketua Ikapi Jateng, Gatot Wahyudi, PBN XIII sengaja diselenggarakan di Kota Solo sebagai upaya penjajakan terhadap minat baca masyarakat Solo yang selama tiga tahun terakhir paling tidak didera oleh kerusuhan sosial. (asa)


©2000 InfoPerpus.