| Media Indonesia, 6 Desember 2000 | |
Teknologi `Game` Pengaruhi Minat Baca - Perlu Sistem Pendidikan yang Benar |
|
JAKARTA (Media): Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Dr Ishak Abdulhak mengatakan faktor budaya dan perkembangan teknologi sangat mempengaruhi lemahnya minat baca pada siswa. "Meski belum ada penelitian konkret, namun kecenderungan minat baca pada anak terbukti rendah. Hal ini disebabkan lingkungan sosial dan keluarga serta pesatnya perkembangan teknologi game alias mainan, terutama di kota-kota besar," katanya kepada Media di Jakarta, kemarin. Sebagian besar dalam lingkungan keluarga di Indonesia, kata Ishak, belum mampu menumbuhkan budaya membaca. Padahal, pengaruh keluarga paling dominan karena orang tua dianggap sebagai panutan dan kebiasaannya cenderung diikuti. "Jika orang tua dalam interaksinya membiasakan diri membaca, maka dapat dipastikan anak akan mencontoh," tuturnya. Menurut Ishak salah satu solusi untuk menumbuhkan minat baca pada anak adalah melalui strategi pengajaran guru di kelas. Artinya, seorang guru harus bisa menyiasati agar anak mendapat tugas yang akhirnya mampu mendorong minat membaca. Namun, strategi ini perlu ditinjau kembali karena peran guru dalam pencapaian kurikulum pendidikan sudah sangat berat. "Jadi tidak fair jika untuk menumbuhkan minat baca diserahkan sepenuhnya pada guru," tandasnya. Bisa dikembangkan Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Indra Djati Sidi membenarnya masih rendahnya minat baca pelajar di Indonesia. Meski demikian, dia yakin minat itu bisa ditumbuhkembangkan melalui dukungan sistem pendidikan yang benar. "Sistem pendidikan yang benar mampu membantu pelajar untuk lebih suka membaca. Sistem ini pada dasarnya tidak memberikan semua ilmu kepada murid, namun hanya sepenggal saja. Selebihnya para murid bisa melengkapi pengetahuan dengan membaca buku-buku di perpustakaan, setelah itu memaparkan di depan guru dan teman-temannya," kata Indra saat meresmikan perpustakaan yang baru saja menerima bantuan dari DuPont Indonesia di SMK BPS&K, Pondok Kopi, Jakarta Timur, kemarin. Itulah sebabnya, lanjut Indra, pihaknya sangat senang dengan bantuan yang diberikan pada perpustakaan. Ia berharap akan lebih banyak perusahaan yang secara sadar dan sukarela menyisihkan keuntungan guna mendukung dan membantu pengembangan minat baca siswa dan masyarakat setempat. "Sebuah perusahaan bisa terus beroperasi karena didukung masyarakat setempat. Karena itu, sudah sewajarnya jika mereka membagi keuntungan dalam bentuk bantuan," tutur Indra di sela peninjauan perpustakaan dan sekolah yang jumlah siswanya 3.000 itu. Bantuan yang diberikan perusahaan, lanjut Indra, bisa dijadikan sebagai alat pemicu yang mampu menggugah para pelajar untuk mulai cinta pada dunia baca. "Apalagi ini untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Saya berharap nantinya dapat turut mencerdaskan bangsa." Pernyataan Indra diamini Managing Director DuPont Indonesia Frank Moniaga. "Pada 1998 DuPont membantu pemerintah mengadakan perustakaan keliling yang ditujukan bagi murid SD dan SMP. Sedangkan bantuan kali ini dititikberatkan pada siswa SMU," katanya. Ia menjelaskan bantuan sebesar Rp 126 juta telah diserahkan kepada lima sekolah di Jakarta yang salah satunya adalah SMK BPS&K. Kelima sekolah itu terpilih setelah diidentifikasi DuPont bekerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI). Identifikasi didasarkan pada banyaknya siswa dari kalangan ekonomi menengah dengan fasilitas perpustakaan yang kurang memadai. "Selain membantu mengindentifikasi, YKAI bertugas memberi pengarahan, bimbingan, dan pelatihan pustakawan. Bagian terbesar dari dana itu digunakan untuk melengkapi koleksi perpustakaan. Sisanya untuk perlengkapan seperti meja, kursi, dan lemari sesuai dengan kebutuhan setiap sekolah," jelas Frank. Nantinya, tutur Frank lagi, perpustakaan akan dijalankan oleh seorang pustakawan dibantu 65 murid sekolah yang telah dilatih oleh YKAI. Mereka secara bergantian akan melakukan tugas sepanjang minggu. Sementara itu, Ketua II YKAI Wagiono Sunarto berharap para siswa mau memanfaatkan perpustakaan untuk memperluas cakrawala dan menambah pengetahuan. (Sto/CR-4/B-2) |
|
©2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com |
|