| Kompas, 3 November 2000 | |
Baru 10 Persen Perpustakaan Khusus yang Baik |
|
Kondisi perpustakaan khusus masih memprihatinkan, karena baru 10 persen dari sekitar 1.000 perpustakaan khusus yang ada di Indonesia dapat dikatakan baik. Sisanya masih harus "merangkak" untuk masuk kategori baik. Hal ini diungkapkan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Hernandono kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/11). "Dan, sesuai peraturan yang ada, Perpustakaan Nasional bertanggung jawab untuk melakukan pembinaan," ujarnya. Perpustakaan khusus adalah salah satu jenis perpustakaan yang dibentuk oleh lembaga, baik swasta maupun pemerintah, perusahaan atau asosiasi yang mempunyai misi di bidang tertentu. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan di lingkungannya, baik dalam hal pengelolaan maupun pelayanan informasi pustaka demi peningkatan lembaga dan sumber daya manusianya. Menurut Hernandono, dalam rangka pembinaan itulah Perpustakaan Nasional bekerja sa-ma dengan Forum Komunikasi Perpustakaan Khusus akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Ilmiah dengan tema "Meningkatkan Peran Perpustakaan Khusus dalam Menyongsong Otonomi Daerah dan Millenium III" tanggal 7-9 November mendatang. "Saat ini, dari 10 persen perpustakaan khusus yang baik, paling baru separuhnya yang sudah memanfaatkan akses Internet. Padahal, kemudahan masyarakat pengguna mengakses perpustakaan merupakan salah satu kategori penilaian disamping koleksi dasarnya," jelas Hernandono. (mam) |
|
©2000 InfoPerpus. |
|