Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Tekad, 15 Oktober 2000

Home | News Archives


Data Mengalir via C-Search


Kliping elektronik memungkinkan pencarian informasi dan data cepat. Kapan kalangan penerbit memanfaatkannya untuk menghasilkan buku lebih bermutu?

Ratri, karyawan bank swasta, letih mengubek-ubek isi perpustakaan di kantornya. Matanya capek. Ini membuat ia nyaris putus asa. Lima surat kabar yang terbit tiga bu]an terakhir habis dibacanya. Semua judul berita dipelototinya untuk menemukan berita-berita yang terkait dengan penyelewengan BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Semua itu dilakukan atas perintah atasannya yang merasa perlu mengumpulkan dan meneliti kembali kasus penyalahgunaan BLBI oleh sejumlah bank.

Berbeda dengan Ratri, staf Humas sebuah perusahaan ritel, mulai jenuh dengan pekerjaan yang tiap han digelutinya. Ia membaca sedikitnya tujuh koran nasional dan menggunting berita yang terkait dengan usaha ritel untuk dijadikan kliping.

Apa yang dialami Ratri maupun Agung, boleh jadi menimpa pula karyawan lain di berbagai perusahaan swasta maupun pemerintah. Yaitu, sebuah rutinitas yang pasti menjenuhkan. Sementara di tempat lain, seorang pelanggan C-Search dengan mudahnya mengakses informasi yang diinginkan dalam hitungan detik saja.

Adalah Castle Group, lewat divisi C-Search-nya yang merintis usaha mengakses informasi berupa beritaberita dari sejumlah media cetak. Boleh dibilang, usahanya adalah kliping elektronik.

Sayangnya, saat ini berita-berita yang disuplainya berkisar berita politik dan ekonomi saja. Itu lantaran target pasarnya diperuntukkan buat perusahaan-perusahaan tertentu saja.

Menurut Direktur C-Search T Koshy, selama ini tidak semua orang, apalagi manajer sebuah perusahaan melllpunyai waktu untuk membaca surat kabar. Karena itu dibuatlah metode sehingga seseorang bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dalam waktu yang cepat dan lengkap pula.

C-Search dalam pengoperasiannya saat ini bermitra dengan 15 suratkabar dan majalah. Dari koran-koran itulah para pengelola C-search mengambil berita-berita selanjutnya dikirimkan ke pelanggan mereka. Menurut Kepala Bagian Marketing C-serch, Nuril Halim, guna memperbesar dan memperlengkap beritanya, perusahaan yang launching dua tahun lalu itu akan menambah sumbernya sebanyak 25 media yang tersebar di Indonesia.

Koshi menjelaskan, media yang bermitra dengan mereka akan memperoleh keuntungan lantaran secara tak langsung pembaca akan bertambah. "Mungkin ada pelanggan kita yang tadinya tidak pernah membaca media tersebut, akhirnya jadi tahu melalui C-Search," ujar pria asal India ini.

Keuntungan lain media yang menjadi mitranya adalah mereka berhak mendapat royalti sebesar 30 persen dari berapapun keuntungan artikel C-search yang terjual.

Saat ini, boleh jadi memperoleh informasi yang tersedia ala C-Search menjadi impian setiap orang. Bagaimana tidak, seorang GM dengan mudahnya memiliki informasi yang diinginkannya cukup dengan memasukkan kata kunci informasi apa yang dibutuhkannya. "Ini akan menjadi personal newspaper bagi seseorang," jelas Koshy.

Sebagai contoh, jika seseorang sedang mencari berita-berita tentang perkembangan minyak, ia cukup memasukkan kata kunci secara otomatis media-media yang pernah memuat berita seputar minyak akan muncul, lengkap dengan tanggal dan tahunnya. Dengan begitu, seseorang tak usah bersusah payah lagi menelusuri lembar-lembar kliping yang menggunung.

Namun, kemudahan itu membutuhkan pengeluaran yang lumayan. Koshy menyebutkan angka sekitar 7.000 sampai 25.000 USD per tahun yang harus disiapkan pelanggan. Sebelum install softwre dilakukan, pelanggan terlebih dulu mengutarakan berita-berita apa yang dibutuhkannya. Namun patokan harga tersebut sangat bervariasi dan bisa berbeda satu klien dengan lainnya.

Saat ini, perusahaan yang tercatat sebagai pelanggan sangat terbatas. Sebut saja perbankan seperti Danamon, Bank Niaga, Bank International Indonesia, Bank Niaga. Lalu perusahaan seperti Astra, Indosat, Indocement, Indofood, Kedaung, Mustika Ratu, Tri Polyta, Sampoerna, Maspion dan lain-lain. Saat ini, akses kliping berita seperti yang dilakukan C-Search ini mungkin memang baru bisa dinikmati perusahaan besar. Karena target pasarnya pun memang lebih cenderung ke perusahaan. Alasannya, dalam satu perusahaan, tiap divisi bisa saja mengakses berita tersebut sesuai kebutuhan masing-masing dalam waktu bersamaan. Untuk individu, misalnya penulis? Boleh saja. Persoalannya, barangkali, tingginya harga berlangganan.

Bagaimana dengan penerbit? Pusat informasi dan data C-Search tentu sangat bermanfaat. Dengan kecepatan dan kelengkapan informasi dan data yang diperoleh, penerbit dapat menghasilkan buku yang bermutu. Penerbit mana yang mau mencoba?

Andi Nur Aminah


©2000 InfoPerpus.