PENDAHULUAN
Dasar yang dipergunakan sebagai acuan Strategi Pengembangan UPT Perpustakaan ITB
adalah:1. BAB IV PEMBANGUNAN LIMA
TAHUN KEENAM
E. SASARAN BIDANG
Bidang IPTEK
Peningkatan kemampuan memanfaatkan,
mengembang kan, dan menguasai IPTEK dilaksanakan dengan mengutamakan peningkatan kemampuan
alih teknologi melalui perubahan dan pembaharuan teknologi yang didukung oleh pengembangan
kemampuan sumber daya manusia, sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan yang
memadai, serta peningkatan mutu pendidikan sehingga mampu mendukung upaya penguatan,
pendalaman, dan perluasan industri dalam menunjang proses indutrialisasi menuju
terwujudnya bangsa Indonesia yang maju, mandiri dan sejahtera
F. KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN
KESEJAHTERAAN RAKYAT
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2. Pendidikan
q. Sarana dan prasarana pendidikan
seperti perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, sarana keterampilan dan pelatihan,
media pengajaran, teknologi pendidikan, serta fasilitas pendidikan jasmani dikembangkan
dan disebarluaskan secara merata untuk membantu terselenggaranya dan meningkatnya kualitas
pendidikan sesuai dengan tuntutan persyaratan pendidikan serta kebutuhan pembangunan
3. Kebudayaan
h. Pembinaan dan pengembangan
perpustakaan dan kearsipan terus dilanjutkan dan diupayakan untuk lebih menunjang
pengembangan budaya bangsa, mencerdaskan bangsa dan memasyarakatkan budaya gemar membaca
dan belajar. Pembangunan perpustakaan dan kearsipan perlu ditingkatkan dan disebarluaskan
merata di seluruh pelosok tanah air, didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai
(Sumber: GBHN. Tap MPR No. II/MPR/1993.
Jakarta: BP-7 Pusat, 1993)
2. RENCANA INDUK PENGEMBANGAN ITB TAHUN
1992 - 2001
SASARAN PENGEMBANGAN:
- Menciptakan sistem ITB yang terpadu secara keilmuan,
kelembagaan, misi dan kegiatannya
- Meningkatkan kemampuan ilmiah dengan program pascasarjana
sebagai ujung tombak serta ITB sebagai Research and Development University
- Mengembangkan penelitian dengan kebutuhan pembangunan
nasional, penguasaan ilmu-ilmu dasar serta critical science and technologies,
pengembangan program studi unggulan dan pengabdian kepada mayarakat yang tepat sasaran
- Meningkatkan kerjasama keterkaitan perguruan tinggi,
industri, dan lembaga pemerintah serta kemasyarakatan
- Menyelenggarakan otonomi perguruan tinggi serta mewujudkan
kehidupan akademis yang mandiri, dinamis, maju dan kreatif dengan tetap menjunjung tinggi
nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia: Pancasila
3. MISI ITB
- Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk
kesejahteraan umat manusia, khususnya masyarakat Indonesia, disertai dengan pengembangan
SDM yang diperlukan untuk tujuan tersebut
- Menjaga agar ilmu pengetahuan dan teknologi tetap menjadi
unsur pendorong penegakan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan umat manusia secara
berkelanjutan
- Mengimbangi tekanan kekuatan ilmu dan teknologi negara maju
serta dampak arus globalisasi yang makin meluas, mengantisipasi perkembangan ilmu dan
teknologi yang makin pesat dan persaingan antarbangsa yang makin ketat
- Menjaga kemantapan lingkungan agar benturan industri dan
kehidupan modern tidak menghancurkan keseimbangan ekologi dan kehidupan
- Memerangi berbagai bentuk kemiskinan melalui proses
pengembangan, dengan menggunakan metoda ilmiah yang disalurkan melalui pendidikan dan
penelitian
4. WAWASAN ITB
- ITB mempunyai ciri sebagai perguruan tinggi teknologi yang
mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan bisnis dan ilmu-ilmu kemanusiaan
- ITB mempunyai aspirasi untuk meningkatkan berfungsinya ilmu
dan teknologi dalam masyarakat
- ITB mempunyai sikap untuk selalu mengabdikan diri kepada dan
mempelopori pengembangan
- ITB mempunyai upaya untuk senantiasa memelihara dan
meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya agar selalu dapat menganggapi dinamika dan
memberi sumbangan kepada arah dinamik lingkungannya, dalam kebutuhan terhadap ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni
(Sumber: Katalog Kurikulum 1993.
Bandung: ITB, 1995)
Dari dasar strategi pengembangan tersebut,
hal-hal yang diperlukan oleh ITB adalah:
- Kurikulum yang disempurnakan berkelanjutan
- Dosen yang selalu meningkat kemampuannya
- Mahasiswa dan lulusan yang tinggi kemampuannya
- Jaringan informasi dan perpustakaan yang maju dan berkembang
- Fasilitas dan laboratorium yang memadai
- Keleluasaan pengadaan dan penggunaan dana
- Keleluasaan hubungan kerjasama dengan pemerintah, industri,
perguruan tinggi, dan pendidikan di dalam dan luar negeri
(Sumber: ITB Sekilas Data dan Informasi.
Bandung: ITB, 1995)
Keadaan Sistem Informasi di ITB pada saat
ini adalah sebagai berikut:
1986 - Sistem Informasi Akademik (SIKAD),
di Biro Administrasi Akademik
1988 - Sistem Informasi Kepegawaian
(SIPEG), di Bag. Kepegawaian
1989 - Sistem Informasi Keuangan (SIKU)
hanya menangani administrasi SPP saja.
Pada tahun 1992 dikembangkan menjadi Sistem
Informasi Anggaran Terpadu (SIAT) yang menangani SPP/DPP, DRK /Rutin, DIP, OPF
1989 - Sistem Informasi Sarana Akademik
(SINSARAK), menangani pemasukan data untuk membuat Jadwal Kuliah
1989 - Sistem Layanan Informasi (SLI) versi
I: memperguna-kan basis DOS, untuk para pimpinan ITB di kantor Pusat ITB Jl. Tamansari 64.
Tahun 1993 dikembangkan dengan tampilan berbasis Windows
1990 - Sistem Informasi Kemahasiswaan
(SIMAWA), berasal dari sistem yang dibangun oleh Direktorat Kemahasiswaan DIKTI.
Kemampuannya hanya untuk memasukkan data kemahasiswaan.
Sistem Informasi lainnya dimiliki oleh:
- PUREK V ITB, Bidang Pengembang Perencanaan dan Pengawasan
- Lembaga Penelitian
- Lembaga Pengabdian pada Masyarakat
- Bagian Perlengkapan, untuk Inventory Control
Sistem Informasi yang Dimiliki oleh UPT
Perpustakaan ITB
1985 - mempergunakan dBase III Plus untuk
pencatatan koleksi perpustakaan
1992 - mempergunakan CDS/ISIS untuk data
buku koleksi Perpustakaan Pusat sebanyak 15.000 judul buku, judul majalah, kliping, indeks
artikel Bidang Ilmu Hayati, laporan Penelitian dan Tesis sebanyak 1000 judul.
1995 - direncanakan sistem terpadu untuk
pengadaan, pengatalogan, sirkulasi, OPAC, interkoneksi dengan perpustakaan lain melalui
surat elektronik
RENCANA STRATEGI UPT PERPUSTAKAAN ITB
Dengan melihat kekuatan sistem informasi
yang sudah ada di sekitar UPT Perpustakaan pada saat ini, maka direncanakan Sistem
Perpustakaan yang terpadu dengan sistem-sistem lain yang sudah ada di ITB. Beberapa hal
yang diinginkan antara lain:
- Anggaran Pengadaan Pustaka dengan Sistem Informasi Anggaran
Terpadu. Sebagai contoh: Pimpinan Perpustakaan dapat melihat besarnya dana yang
dianggarkan untuk Perpustakaan, maupun sisa anggaran untuk tahun yang sedang berjalan
melalui layar komputer
- Masalah kemahasiswaan dengan Sistem Informasi Akademi.
Sebagai contoh pada saat Pendaftaran Ulang setiap semester, sistem dapat mengetahui nama
mahasiswa yang mempunyai kasus dengan Perpustakaan. Contoh lain, Kartu Mahasiswa dapat
berfungsi pula sebagai Kartu Perpustakaan, baik di Perpustakaan Pusat maupun Perpustakaan
Jurusan
- Penelusuran informasi ing griya dapat dilakukan selama 24
jam dari berbagai lokasi, karena informasi tersedia di Computer House yang buka
selama 24 jam
- Penelusuran informasi, penyebaran informasi, pemesanan
artikel untuk pemakai di dalam kampus maupun luar kampus melalui electronic mail
atau Internet
- Fasilitas On-line Public Access Catalogue (OPAC)
dapat ditelusur dari berbagai lokasi di dalam maupun di luar kampus
- Pinjam antarperpustakaan di dalam maupun luar negeri
- Pendidikan pemakai
ASUMSI:
Dengan Sistem ITB yang terpadu akan
- menunjang sistem belajar mengajar, sehingga dapat
menghasilkan lulusan yang bermutu
- menunjang penelitian di ITB
- meningkatkan kerja sama dengan pemerintah, industri,
perguruan tinggi, dan pendidikan di dalam maupun di luar negeri, terutama dalam hal alih
teknologi
- meningkatkan cara mengakses informasi baik di dalam maupun
dari luar kampus
- memanfaatkan koleksi secara bersama, sehingga informasi
lebih tersebar dan dapat memberi nilai tambah bagi perpustakaan
HAL POSITIP YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN
- sistem di setiap Jurusan dan Unit sudah berjalan dengan
baik, dengan demikian peralatan tidak menjadi persoalan, walaupun sistem yang sudah
dipergunakan berbeda-beda
- teknologi yang mendukung sistem yang terpadu sudah tersedia
- sumber daya manusia sudah tersedia, a.l.: pemrogram,
penganalisis sistem, operator dan pustakawan. Selain itu dari kalangan mahasiswa teknik
dapat berperan serta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah
- dukungan dari Pimpinan ITB
HAL NEGATIP YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN
- belum semua pustakawan, khususnya Pustakawan di Jurusan
memahami peran sistem yang terpadu
- pola berfikir dan bekerja masih tetap konvensional, sehingga
fungsi komputer masih belum dimanfaatkan secara optimal
- dana tidak dapat dapat disediakan seluruhnya oleh ITB
PERUBAHAN YANG DIINGINKAN
- semua pustakawan dan staf administrasi lainnya memahami
bahwa sistem yang terpadu akan medukung keberhasilan ITB
- sistem yang terpadu harus dimanfaatkan secara optimal
- ITB mendukung pendanaan, walaupun diperoleh dari berbagai
sumber dan masih tetap dalam pengawasan ITB
PENGARUH
- pimpinan perlu memberi pengarahan tentang pentingnya sistem
yang terpadu kepada seluruh sivitas akademika
- perlu pendidikan dan pelatihan untuk mengubah pola berfikir
yang konvensional
- ITB memberikan keleluasaan pengadaan dan penggunaan dana
PEMERIAAN LINGKUNGAN
Faktor |
Trend |
Pengaruh |
| |
|
|
Ekonomi
Teknologi
Masyarakat
Politik
Institusi
Perpustakaan |
- Laju inflasi bertambah
- Biaya telekomunikasi naik
- Dana pemerintah turun
- Dana institusi turun
- Teknologi pada sistem yang dipergunakan obsolence
- Peralatan obsolence
- Teknologi makin canggih
- Pemakai bukan hanya lingkungan ITB, misalnya dari industri
atau institusi lain
- Masyarakat lebih kritis dalam cara berfikir
- Kebijaksanaan pemerintah berubah, a.l merasa perlu menambah
jumlah pusat informasi
Mengurangi jumlah staf
Tenaga profesional pustaka-wan makin banyak
|
- Biaya yang dibebankan kepada pemakai naik
- Perpustakaan siap menggalang dana secara mandiri
- Sistem diperbaiki seluruhnya atau sebagian, disesuaikan
dengan anggaran yang tersedia
- Biaya perawatan makin besar
- Informasi makin mudah diperoleh dengan biaya yang lebih
murah
- Pemakai dari luar ITB dikenakan biaya yang berbeda
- Sistem harus dievaluasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat
- Perpustakaan harus lebih aktif memasarkan produknya
- Perpustakaan bersifat aktif mengunjungi pemakainya, agar
tidak kalah bersaing dengan pusat informasi lainnya dalam menggalang dana
- Perpustakaan bersiap memperoleh saingan yang lebih banyak
Informasi atau koleksi yang disediakan harus lebih spesifik
- Sumber informasi bertambah
- Mendidik staf yang sudah ada agar bekerja lebih profesional
- Biaya insentif tambahan makin besar
|
|