| Aslib Proceedings, 44(3), March 1992 | |
Mengelola Arsip Perusahaan |
|
Catatan: berikut ini adalah
terjemahan dan rangkuman dari artikel yang diambil dari Aslib Proceeding tahun 1992.
Arsip: segala macam informasi terekam, terlepas dari mediumnya. Arsip perusahaan merupakan bukti kegiatan organisasi, dan kadang-kadang berfungsi sebagai ingatan perusahaan. Manajemen arsip adalah teknik-teknik khusus untuk mengendalikan sumber-sumber informasi yang berasal dari dalam organisasi sebagai hasil dari kegiatan organisasi tersebut. Daur hidup arsip: arsip dibuat atau diterima à digunakan oleh organisasi à dihancurkan (jika bersifat sementara) atau disimpan (jika memikili nilai guna jangka panjang). Di tempat penyimpanan akan diputuskan apakah arsip tersebut akan disimpan permanen atau dihancurkan. Jenis-jenis arsip:
Masalah pertama dalam mengatur arsip adalah mengenali adanya kebutuhan untuk mengelola arsip. Salah satu caranya adalah dengan menjelaskan tujuan-tujuan dari manajemen arsip. Ada dua cara untuk melihat tujuan-tujuan tersebut:
Kegiatannya:
Bagaimana menerapkan kebijakan manajemen arsip?
Program 1: survei arsip Tinjauan menyeluruh terhadap semua arsip yang dihasilkan oleh organisasi. Sebenarnya merupakan kegiatan inventarisasi (stocktaking) arsip yang akan memberikan gambaran tentang jumlah seluruh arsip yang disimpan oleh organisasi, dimana disimpannya, bagaimana pengaturannya, apa bentuknya, status arsip (draft atau final version, master copy atau duplikat). Program 2: penilaian Proses analisis terhadap data hasil survei sehingga memungkinkan kita untuk mengambil keputusan tentang daur hidup sekelompok arsip (record series). Keputusan ini harus disetujui oleh atasan atau yang berwenang dan harus dicatat. Catatan ini disebut Retention schedule. Program 3: temukembali informasi Program 4: evaluasi media Memilih medium tempat penyimpanan arsip. Masalah-masalah yang berkaitang dengan manajemen arsip:
Harus diingat bahwa manajemen informasi merupakan aset organisasi. Model dasar sistem informasi menunjukkan bagaimana kita mulai dengan data yang relevan yang terdapat dalam sumber-sumber tertentu. Sumber-sumber ini bisa berupa arsip. Data ini kemudian diinterpretasikan oleh orang-orang dalam lingkungan tertentu. Sebagai hasilnya kita mendapatkan Informasi. Hal-hal penting dari model tersebut adalah cakupan sumber data yang terpercaya membutuhkan pertimbangan serius dan lingkungan tempat dilakukannya interpretasi memiliki pengaruh yang kuat dalam proses pengesahan. Para analis biasanya melihat tiga sumberdaya penting dalam organisasi: orang, uang dan premis (milik dan perlengkapan). Sumber-sumber ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan keefektifan organisasi. Sekarang ini informasi merupakan sumberdaya utama yang keempat. Manajemen arsip yang baik harus melindungi sumberdaya keempat ini. |
|
©2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com |
|