| Usahawan, Juni 1991 | |
Sun Tzu, Informasi, dan Corporate Intelligence |
|
| Ahmad S. Adnanputra INFORMASI manajemen memberikan manfaat besar bagi eksekutif perusahan, antara lain dalam mengantisipasi kekuatan dan kelemahan pesaing bisnis. Strategi perang Cina kuno, Sun Tzu, banyak memberikan inspirasi dalam mengetahui ha1 tersebut. PERANG Teluk telah usai. Panglima Pasukan Gabungan Sekutu Jenderal Norman Schwankopf bahkan telah kembali ke negerinya. Diberitakan, sekitar sepekan sebelum operasi militer dilancarkan, Schwarzkopf menyempatkan membaca tulisan Sun Tzu, yang telah diterjemahkan, di pos komandonya di Riyadh. Tentu saja rencana operasi gabungan telah dimatangkan jauh hari sebelumnya, dan pasukan serta senjata telah digelar. Tapi kenyataan bahwa ia meluangkan waktu yang tentunya sangat kritikal, mengangkat harkat karya yang ditulis sekitar 2400 tahun lampau, namun masih tetap menyandang bobot relevansi yang meyakinkan hingga kini. Strategy of Deception Pada Perang Teluk, strategi sama dilancarkan oleh Komando Gabungan Sekutu. Melalui serangkaian manuever ditimbulkan kesan bahwa Kuwait yang diduduki Irak, akan diserbu oleh pasukan marinir yang disiapkan di lepas pantai. Antisipasi inilah yang menyebabkan Irak mengalirkan jutaan galon minyak mentah ke laut, kemudian membakarnya. Ternyata, serangan dilakukan di front lain. Dengan berbagai cara lawan dikecoh. Strateginya lazim disebut Strategi Pengecohan. The Strategy of Deception Dalam karyanya, yang kemudian diterjemahkan antara lain oleh Brigadir Jenderal Samuel Griffith dengan judul The Art of War, Sun Tzu mengungkap dalam Bab 13, sebagai berikut: Advance information about the enemy willenable a wise sovereign or a good general to win more victories and achieve greater succes. This is information cannot be obtained by offering prayers to the gods and spirits, by inductive thinking or by deductive calculation; but only from men who have a through knowledge of enemy conditions. Hence there is a great need of espionage and of spies, who may take 5 differenl forms : (1) Local Spies (2) Inside Spies (3) Converted Spies (4) Doomed Spies (5) Missionary Spies Local spies are recruited from among lhe inhabitants of the country, Inside Spies from among discountented officials of fhe enemy, and Converted Spies from the men whom the enemy, have sent to do espionage work. Doomed Spies are those who purposely supply false information and are then denounced to the enemy by anonymous colleagues. Missionary Spies are those who are sent ostensibly on some mission but whose secret purpose is to bring back useful information. (Sun Tzu, The Art of War; A treatise on Chinese Military Science, pp 75 & 76). Selanjutnya Sun Tzu menegaskan: Every effort should be made to discover enemy spies who should then be well treated and bribed so that they may become Converted Spies, willing to work against their former masters. Furthermore, Converted Spies are in a position to identify and denounce Doomed Spies who have purposely passed on false information. Sun Tzu mengajarkan, agen asing yang disingkap identitasnya, dibiarkan beroperasi, dan diberikan kesan, bahwa identitasnya tetap tak tersingkap. Sementara itu; kepada mereka disalurkan informasi yang sudah direkayasa. Pada dasarnya, strategi pengecohan yang diterapkan pada Perang Dunia yang lampau, dan bahkan yang belum lama ini diterapkan Norman Schwarzkopf, telah ditulis konsepnya, 2500 tahun lampau oleh Sun Tzu. Intelligence Selanjutnya, Jenderal Ridgway menegaskan: Adequate intelligence wn-stitutes the fundamental basis for the cal-culation of risk, theformulation ofptans, the development of materiel , allocation of resources, md the conduct of operation. (Ladislas Farago, op.cit. p.8). Pada dasarnya, intelijen hadir sejak awal adanya manusia di bumi. Penemuan arkeologik serta menyimak perbuatan-perbuatan yang hingga kini masih dilakukan oleh puak atau kaum yang tersisa,sepertiorang-orangIndian dibenua Amerika misalnya, menunjuk-kan bahwa sebelum bergerak dalam jumlah besar, mereka lebih dulu melakukan pengintaian, scouting dan reconnaisance. Langkah ini kemudian berkembang menjadi spionase dan intelijen. Tatkala Nabi Nub, sebagaimana tertera dalam Kitab Suci, melepas burung merpati untuk mencari tahu apakah banjir bah sudah surut, langkahnya itu adalah langkah pengintaian udara, yang dalam zaman modern dilakukan oleh pesawat AWACS dansetelit pengintai. Patut dicatat, kegagalan yang diderita Xerxes, yang diriwayatkan. pada 480 SM, berhasil menangkap tiga spion Yunani. Setelahdiberinya kesem-patan untuk melihat ketangguhan dan persiapan pasukan-pasukannya, ketiganya dilepaskannya. Maksudnya, agar mereka melapor sedemikian rupa pada majikan mereka, hingga di-perkirakan akan menimbulkan dam-pak penggentaran. Langkah yang ditempuhnya, kini lazim disebut upaya psywar, perang urat syaraf. Yang terjadi bahkan sebaliknya. Pasukan Yunani menye-rang dalam gelar perang yang tnemperhitungkan i yang diperoleh secara terbuka oleh agen-agen mereka. Salah satu peristiwa historik dan dramatik yang kemudian menentukan perkembangan sejarah, berkait dengan intelijen, tejadi pada Abad VII. Pada 622 Masehi, Nabi Muhammad SAW berbijrah ke Madinah. Tatkala mening-galkan Mekkah, Nabi Muhammad membiarkan sejumlah pengikutnya yang setia tinggal di kota itu. Dari mereka inilah ia memperoleh brbagai informasi tentang tindak-tanduk dan rencana-rencana yang disusun oleh musuh-musuh Islam tatkala itu. Diketahuinya pula bahwa kaum Quraisy mempersiapkan pasukan seba-nyak 10.000 laskar untuk menimpas Muhammad dan pengikutnya secara tuntas. Berbekal informasi intelijeninl Nabi Muhammad kemudian membangun parit bertembok sekeliling Madinah, yang tak dapat ditembus oleh pasukan Quraisy. Ketika kemudian atas kehen-dak Allah turun hujan lebat, pas&an Mekkah pulang cerai berai, tanpa sem-pat bertempur. Peris tlwanya terjadi pada 624, yang kemudian dikenal sebagai Perang Khandaq. Intelijen telah turut serta ber-peran menentukan garis sejarah. Pas&an Mekkah dengan kekuatan las-kar demikian besar, bergerak tanpa memanfaatkan intelijen, terperangah menghadapi parit bertembok. Mereka tidak siap untuk menghadapi kenya-taanini. Sebelumitu,mereka tidakpula dapat menyadap informasi tentang Nabi Muhammad dan pengikutnya di Madinah, karena loyalitas mereka pada Nabinya. Dapat dikatakan, bahwa melalui loyal&as pengikutnya, Nabi Muham-mad telah pula berhasil mengem-bangkan kegiatan yang dewasa ini dikenal sebagai ~untcr-intellipenceatau ne ativointelli gmce. J i k a p o s i t i v e -i n t e l -ligence berupaya memDeroleh infnr-nx& wynfer-intellipence berfunqsi melindungi informasi. Informsi tidak selalu hanya bisa dipeaeh melalui kegiatan t-p (cuver~-inte&ence). Pernah terjadi bahwa di tahun 1935, seorang pe-ngarang berna,ma Berthold Jacob, diculik oleh agenigen Diias Rahasia Jerman-Nazi dari Swiss. Jacob menulis buku setebal 172 halaman yang secara rinci memaparkan struktur komando Ketika Hitler yang tatkala itu berkuasa sebagai Diktator mengetahui buku. tersebut, ia langsung murka dan minta pendapat Kolonel Walther Nicolai, yang bertugas selaku penasehatnya dalam bidang intelijen. dan organisasi Staf Umum Jerman yang sedang dibangun ulang. Ia juga meng-ungkap tokoh-tokoh berikut pangkat danjabatannya secara akurat, termasuk 168 jenderal yang memegang komando .berikut sketsa tentang biografinya. Ketika Hitler yang tatkala itu berkuasa sehagai Diktator mengetahui buku ter-sebut, ia langsung murka dan minta pendapat Kolonel Walther Nicolai, yang bertugas selaku penasehatnya dalam bidang intelijen. Hitler ingin tahu darimana Jacob Bertholod tahu demikian banyak dan teliti tentang angkatan perang Jerman yang sedang dibangun kembali. Agen Rahasia Hans Weseman berhasil menjebak Jacob dan memba-wanya ke Berlin, langsung ke markas besar satuan polisi rahasia Jerman, Ges-tupo di Prim Ahecht Statsse, dihadap-kan pada team interogator, dipimpin oleh Kolonel Nicolai. Temyata informasi dikumpul_&m-nya dari sumber-sumber terbuka. Ia an-tara lain mengemukakan fakla bahwa Mayor Jenderal Haase adalah Panglima Divisi 17 berkedudukan di Nuremberg diperolehya dari berita koran lokal yang memberitakan jenderal tersebut hadir pada suatu upacara pemakaman. Fakta lain tentang Mayor Jenderal Shaller, Panglima Divisi ke-25, dari berita koran lokal lain. Diberitakan bahwa Sang Panglima Divisi yang markasnya di Stuttgart menghadiri upacara pernikahan anak perempuan Kolonel Vierow, komandan Resimen 36 dengan Mayor Stemmermann, perwira staf Divisi itu. Demikianlahseterusnya,satuberita demi berita, menjadi buku lengkap. Pada kelas Senior Program MBA di In-stitut Bisnis dan Manajemen Jayakarta dalam studi kasus tentang Cina disim-pulkan antara lain, bahwa mata uang negeri itu, Renmimbi ternyata over-valued. Mereka akan terpaksa melakukan devaluasi. Untuk mencegah gejolak, devaluasi itu akan dilakukan berulangkali, bertahap hingga Ren-mimbi tidak lagi overvalued. Pem-bahasan terjadi pada 16 November 1990, esok harinya devaluasi diumum-kan. Pada 10 April 1991 dilakukan lagi evaluasi diam-diam. PerIyimoulan devaluasi ditarik, setelah meruzumpulkan dan me*ah data yang terdapat di majalah-majalah; Ewnmnist, Far Eastern Ewnomic Review, Asian Business, Fortune, Asiaweek, Busi-ness Week dan harian The Asian Wall Street Journal. Intelligence memang dapat dipetik dari sumber vang ter-buka, ntak berbiwpa. Pesumpulan infor-masi yang tuntas, pengolahan yang profesional dan evwmat da-in-forvgi suatu k_gimpulan, atau Deng%mbilan ke$&san. ., Corporate Intelligence Untuk menguasai informasi, diper-lukan kegiatan dan lembaga yang bergerak dalam jalur intelijen perusahaan (Corporate Intelligence) baik positif (untuk memperoleh), maupun (untukmelindungi). Sejarah mencatat, sejak ratusan tahun lampau, orang Cina sangat ketat lelancarkan kegiatan counterintel-lgence untuk meklindungi rahasia lembuatan Icain sutera. Mereka yang nembocorkannya diancam hukuman nati. Sejarah mencatat juga, asmara yang erkobar-kobar mampu mengungguli jenangkalan intelijen negatif tersebut. korang puteri Cina yang jatuh cinta pada seorang jejaka India, meloloskan ejumlah ulat suter dalam tutup repalanya yang berbunga-bunga. Sejarah yang lebih baru juga nerekam bahwa pada Abad XVIII Irang-orang Eropa melalui kegiatanin-elijen bisnis dan industri, mampu nemperoleh rahasia pembuatan reramik. Pelakunya adalah seorang adri (Rohaniwan Khatolik, Red) Jesuit, hncis Xavier dentrecolles, berdarah erancis. Ia menguraikannya dalam urat-surat yang ditulisnya antara Sep-ember hingga Januari, 1722. . Demikianlah di Sevres, Perancis, lidirikan pada 1756 pabrik porselen rang terkenal hingga kini. Namun, erancis pada gilirannya tak mampu nengamankan rahasia yang mereka :uri dari Cina ini. Spionase industri Ing-; eris berhasil mencurinya, dengan cara nelakukan infiltrasi diam-diam ke pabrik Perancis itu. Itulah sebabnya lnggeris mampu mendominasi pasar untuk barang-barang porselen, ber-puluh- puluh tahun. Pada gilirannya, suatu teknologi pengecoran baja, dicuri pula oleh agen intelijen industri Jerman, dari pabrik Alfred Krupp. Dengan teknologi curian ini Jerman-Nazi hampir saja tuntas melindas Inggeris dan menguasai seluruh Eropa secara militer. Salah satu negara yang dijuluki naga-kecil Asia, Korea Selatan dengan cerdik tapi bermodus operasi seder-hana, berhasil menguasai teknologi pembuatan antibiotik yang semula dibuat oleh salah satu anak perusahaan Dow Chemicals yang beroperasi di Ihlia. Perusahaan Korea itu, Gong Kun bng Corporation, yang termasuk sdqai salah satu terbesar di negeri itu menggunakan perantara Swiss. Seorang pensiunan pabrikDow di Italia itu, secara terbuka berkunjung ke pabrik tersebut dalam rangka per-pisahan. Yang dikunjunginya, laboratorium farmasi pabrik itu, tem-patnya bekerja selama ini. Dengan suatu gerakan yang seakan tak dise-ngaja, ia menjatuhkan saputangannya ke dalam suatu tahang fermentasi. Segerasaputanganyang telahberlumur cairan peragian itu dipungutnya dan dikantonginya. Ketika ia meninggalkan laboratorium itu, dibawanya suatu in-formasi intelijen industrial yang tak ter-nilai harganya, informasi teknologi formula dan pembuatan Rifampicin, s u a t u o b a t anti-trtberkulosis. Pada saputangan itu terdapat sampel dari koloni-koloni bakteri yang digunakan untuk membuat obat tersebut. Di samping itu, yang bersangkutan sudah sempat lebihdulu mengkopi dokumen-dokumen teknikal yang melukiskan proses pembuatannya. Pada 22 Juni 1982, belum satu dasawarsa lampau, agen-agen khusus FBI, lembaga yang bertanggung jawab antara lain atas kegiatan counterintel-ligence di Amerika Se&at, menangkap lima karyawan Hitachi Ltd. dan empat lagi dari Mibubishi EJectric Cotpordion Mereka dituduh membeli data rahasia yang dicuri dari IBM. Orang Amerika, terutama mereka yang bertanggung jawab atas kegiatan counter-intelligence sudah sejak lama mencurigai bukan saja agen-agen Soviet, tetapi juga agen-agen Jepang, yang menjadikan wilayah Lembah Silikon sebagai arena operasi mereka. Sumber di FBI mengungkap-kan bahwa Hitachi membayar US $ 622.000 untuk data curian IBM tentang komputer baru mereka yang sangat canggih dan bekerja sangat cepat type 3081. Mitsubishi membayar US$26,000. Bahwa spionase industri melibat-kan juga tokoh pendidikan, dalam ha1 ini seorang guru besar, diungkapkan oleh kasus Dr. Robert S. Aries. Ia adalah seorang ahli kimia yang sangat terkemuka dan mengajar di Brooklyn PoJytechnic Jnstitde. Banyak mahasiswa anak-didiknya kemudian bekeja pada perusahaan-perusahaan farmasi terkemuka. Mereka ini dimanfaatkan-nya sebagai operator-operator intelijen industri, untuk kepentingannya pribadi. GUN~CWS yang warga negara Amerika Serikat melalui naturalisasi berasal Perancis ini, menurut tuduhan Merck L Company, Room & Haas dan Sprague Electric Co. berhasil memperoleh secara tidak sah, dokumendokumen dan sampel-sam-pel yang terkira nilainya,dari khazanah rahasia mereka. Intelijen bisnis dan industri tidak hanya mengincar dokumendokumen serta formula teknologi. Posisi keuang-an suatu korporat juga merupakan sasaran, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang bersiap-siap untuk berpatungan dengan pihak lain, dan menghadapi taraf negosiasi. Bahkan strategi pemasarandan pada taraf lebih luas, strategi korporat yang diren-car& an, juga sasaran operasi intelijen bisnis bagi lawan/saingan. Di Indonesia, dengan APBN yang terutama mengandalkan penerimaan negara dari sektor pajak, cukai dan bea, sangat diperlukan aparat intelijen di bidang ini, yang profesional dan berin-tegrit& tin&, ck mempan disuap. Namun terdapat juga pendapat yang menyatakan bahwa Indonesia adalah buku yang terbuka. Tak ada rahasia, hingga tak perlu ada kegiatan intelijen, apalagi di bidang bisnis dan industri. Mungkin pendapat seperti ini memang menyandang sejumlah kadar kebenaran, namun hendaknya diingat, sebagaimana telah diuraikan terda-hulu, intelijener-tuua. Apalagi jika yang serba di-intelkanitudisalahgunakan ula. Itu adalah mental Spion Melayu. E;1 |
|
©2000 InfoPerpus. Any request? Please send to: librarian@infoperpus.8m.com |
|